
Jepara, 17 November 2025 – Kabupaten Jepara menjadi pusat perhatian nasional dengan diselenggarakannya rangkaian kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang berlangsung sejak pukul 16.50 hingga 23.00 WIB. Kunjungan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional maupun daerah, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, beberapa anggota DPR RI, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, S.M., Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD Kabupaten Jepara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan Menteri Kebudayaan RI beserta rombongan ke Sanggar Kerajinan Tatah di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Di lokasi ini, rombongan menyaksikan langsung aktivitas para pengrajin ukir Jepara yang hingga kini tetap mempertahankan keahlian turun-temurun. Usai dari Senenan, rombongan tiba di Pendopo Kabupaten Jepara sekitar pukul 17.50 WIB dan bertransit di Ruang Kerja Bupati Jepara sebelum melanjutkan agenda utama.
Momentum penting terjadi pada pukul 18.50 WIB, ketika Menteri Kebudayaan RI menandatangani prasasti peresmian Pendopo RA Kartini sebagai Museum RA Kartini. Peresmian ini menjadi tonggak baru bagi upaya pelestarian sejarah dan perjuangan tokoh emansipasi perempuan asal Jepara tersebut. Setelah peresmian, rombongan melakukan peninjauan langsung ke Museum RA Kartini, dilanjutkan makan malam dan ramah tamah.

Pada pukul 20.30 WIB, rombongan tiba di Kura-Kura Ocean Park Pantai Kartini untuk menghadiri Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI). Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, laporan Direktur Festival Gondrong Gunarto, serta sambutan dari Bupati Jepara dan Menteri Kebudayaan RI. Dalam sambutannya, Bupati Jepara menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan pemerintah pusat terhadap event budaya di Jepara dan berharap kegiatan tersebut mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI menegaskan pentingnya pelestarian sekaligus pengembangan budaya tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Beliau menyoroti kekayaan seni ukir Jepara serta keberadaan kesenian tradisional seperti kentrung, sebagai bukti kuatnya akar budaya yang dimiliki Jepara. Menteri juga menekankan bahwa berdirinya Kementerian Kebudayaan merupakan wujud komitmen nasional dalam memajukan kebudayaan sesuai amanat konstitusi.
Festival Musik Tradisi Indonesia resmi dibuka secara simbolik melalui pemukulan kentongan oleh Menteri Kebudayaan RI bersama tamu undangan. Acara kemudian dimeriahkan oleh penampilan kesenian dari berbagai kabupaten, termasuk Magelang, Wonosobo, Karanganyar, dan Pemalang, serta ditutup dengan penampilan kolaborasi musik tradisional dan modern dari Yogyakarta.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Menteri Kebudayaan RI beserta rombongan meninggalkan Jepara untuk kembali ke Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menjadi catatan penting dalam perjalanan pelestarian budaya di Kabupaten Jepara.