
Jepara, 30 Maret 2026 – Bupati Jepara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara melakukan peninjauan dan pengecekan lokasi bencana tanah longsor di Dukuh Kajang, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 14.15 hingga 15.10 WIB. Lokasi longsor berada di tebing sekitar ruas Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah Tanjakan Leki, yang merupakan akses vital penghubung antar desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi, Sekda Jepara Ary Bachtiar, Asisten II Setda Jepara Aris Setiawan, Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto, Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, Kepala Bappeda Jepara Karunatiti, Petinggi Desa Tempur Mariono, serta unsur Muspika Kecamatan Keling.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WIB untuk melihat langsung kondisi tebing yang longsor dan dampaknya terhadap akses jalan masyarakat. Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa longsor menyebabkan akses jalan utama penghubung Desa Damarwulan dan Desa Tempur sementara tidak dapat dilalui.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara memberikan sejumlah instruksi strategis guna percepatan penanganan bencana. Ia mengarahkan Kepala BPBD Kabupaten Jepara untuk segera menyiapkan jalur alternatif dengan memperhatikan kondisi geologi agar tidak berisiko mengalami longsor susulan. Selain itu, jalur yang masih dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, diminta untuk segera diperkuat demi menjaga mobilitas warga.
Bupati juga mengimbau masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
Diketahui, bencana tanah longsor di lokasi tersebut pertama kali terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, dan kembali terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 12.20 WIB. Kondisi ini memperparah kerusakan dan menghambat akses transportasi warga.
Saat ini, BPBD Kabupaten Jepara bersama relawan telah melakukan upaya pembersihan material longsor serta berkoordinasi untuk pembangunan jalur alternatif. Selain itu, sosialisasi dan imbauan terus disampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Setelah melakukan peninjauan, rombongan Bupati Jepara meninggalkan lokasi pada pukul 15.10 WIB dan kembali ke kediaman masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.