
Jepara, 12 November 2025 – Bertempat di lapangan Futsal GBK Jepara, berlangsung kegiatan Penyerahan Bantuan Becak Listrik dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Acara yang dimulai pukul 09.30 hingga 10.20 WIB ini dihadiri sekitar 50 peserta dan berlangsung dengan aman serta lancar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Percepatan yang diwakili oleh Dr. Zaidirina, S.E., M.Si., Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, S.M., Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Arizal Wahyu Hidayat, Kasdim 0719 Jepara Mayor Cba Widodo Lestari mewakili Dandim, serta perwakilan dari Polres, Sekda, dan sejumlah pejabat OPD Kabupaten Jepara. Turut hadir pula jajaran YGSN yang diwakili oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Nuryana, Manajer Kerjasama Masyarakat Hendriyono, dan Yudi Samhana.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan sambutan oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan. Menurutnya, bantuan becak listrik ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya berfokus pada pemberian alat kerja, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya pengayuh becak.

Bupati menekankan bahwa kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut akses dan kesempatan. Oleh karena itu, program seperti ini diharapkan mampu membantu para pengayuh becak untuk bekerja lebih efisien dan ramah lingkungan. “Dengan hadirnya 100 unit becak listrik ini, kita berharap ada peningkatan produktivitas dan semangat baru bagi para pelaku transportasi rakyat di Jepara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Jepara per Maret 2025 berada pada 5,79%, atau sekitar 77.670 jiwa, menurun 0,30% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini, katanya, menjadi hasil dari kerja keras bersama antara pemerintah dan masyarakat, namun tetap menjadi tantangan untuk terus menekan angka kemiskinan hingga ke level terendah.
Ia juga mengingatkan para penerima bantuan agar menggunakan becak listrik dengan baik dan sesuai peruntukannya. “Gunakanlah bantuan ini untuk meningkatkan penghasilan, menjaga lingkungan, dan memperbaiki kualitas hidup keluarga panjenengan. Jika ada kendala teknis, silakan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” pesan Bupati.
Bantuan 100 unit becak listrik ini diberikan kepada warga lanjut usia yang masih aktif bekerja sebagai pengayuh becak, sebagai bagian dari inisiatif pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut disalurkan melalui YGSN sebagai bentuk dukungan terhadap pengentasan kemiskinan dan percepatan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan becak listrik secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat dan ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh rasa kebersamaan.