
Jepara, 30 Maret 2026 – Dalam rangkaian prosesi Sedekah Laut atau Lomban tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama masyarakat nelayan menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Jumat, 27 Maret 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu, Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Jepara, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta masyarakat luas.
Pagelaran wayang kulit kali ini mengusung lakon “Wahyu Sandang Pangan” dengan dalang Ki Danar Yogi Iswara. Acara ini menjadi bagian penting dalam tradisi tahunan Sedekah Laut, khususnya prosesi larungan kepala kerbau yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, perwakilan Dandim 0719 Jepara, perwakilan Kapolres Jepara, perwakilan Ketua DPRD Jepara, Sekda Jepara Ary Bachtiar, perwakilan Kemenag Jepara, Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat, Ketua HNSI Jepara Kandir, jajaran pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Jepara, serta masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara. Dalam laporannya, Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil keputusan rapat panitia penyelenggara pada 11 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melestarikan tradisi budaya lokal, sebagai bentuk rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan dan keselamatan saat melaut, serta sebagai sarana hiburan dan promosi wisata budaya Jepara.
Ia juga memaparkan rangkaian kegiatan Lomban tahun 2026, yang meliputi ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo, pagelaran wayang kulit semalam suntuk, larungan kepala kerbau di perairan Ujung Batu, serta festival kupat lepet di kawasan Pantai Kartini.

Dalam sambutannya, perwakilan sesepuh nelayan Kabupaten Jepara, Kandir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jepara atas dukungan dalam seluruh rangkaian kegiatan Lomban, serta menyampaikan aspirasi nelayan terkait bantuan beras paceklik agar dapat disalurkan pada bulan Januari, saat nelayan tidak dapat melaut karena kondisi cuaca.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari tradisi Sedekah Laut. Ia berharap ke depan TPI Ujung Batu dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam hal perbaikan fasilitas agar menjadi lebih representatif.
Menanggapi aspirasi nelayan, Bupati menyatakan bahwa permintaan terkait penyaluran beras paceklik pada bulan Januari akan diupayakan pada tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk saling memaafkan dalam suasana bulan Syawal.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan wayang kulit tokoh Puntodewo secara simbolis oleh Bupati Jepara kepada dalang Ki Danar Yogi Iswara, sebagai tanda dimulainya pagelaran. Pertunjukan wayang berlangsung semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Sandang Pangan”, dan dilanjutkan pada pagi hari dengan lakon “Dewa Ruci” oleh dalang Ki Muntohar.
Tradisi Lomban atau Sedekah Laut di Kabupaten Jepara sendiri dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal atau sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, yang menjadi puncak kemeriahan bulan Syawal di daerah tersebut.