
Jepara, 13 April 2026 – Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 Tahun 2026 berlangsung khidmat di Lapangan Alun-Alun 1 Jepara pada Jumat (10/04/2026) pukul 07.25 hingga 09.15 WIB. Kegiatan ini mengusung tema “Kerja Tulus Mewujudkan Jepara Mulus” dan diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E. bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dijabat oleh Camat Karimunjawa Nuril Abdillah, S.STP., M.M. Upacara turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, para camat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN Pemerintah Kabupaten Jepara, kepala desa, organisasi perempuan, serta perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Jepara, yang bersama-sama mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam amanatnya, Bupati Jepara menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Jadi ke-477 dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan. Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjalanan panjang Jepara yang dibangun melalui kerja keras, kreativitas, dan keteguhan masyarakatnya.
Disampaikan pula bahwa Jepara memiliki identitas kuat sebagai kota ukir, kota maritim, Bumi Kalinyamat yang sarat nilai kepahlawanan, serta Bumi Kartini yang menjadi simbol kebangkitan nasional. Kekayaan budaya, tradisi religius, hingga potensi alam dari lereng Muria hingga Kepulauan Karimunjawa menjadi modal sosial yang harus dijaga dan dikembangkan.
Bupati juga menyoroti capaian pembangunan selama satu tahun terakhir sejak dicanangkannya visi “Jepara Mulus” (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Di antaranya pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,91 persen, angka kemiskinan menurun menjadi 5,79 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia naik menjadi 74,90.

Selain itu, nilai investasi di Jepara mencapai hampir Rp2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 36 ribu orang, yang turut menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,30 persen. Di sektor infrastruktur, pemerintah telah melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 421,84 km dengan target seluruh jalan dalam kondisi mulus pada tahun 2026.
Pada bidang pendidikan, ribuan guru telah menerima manfaat Kartu Guru Sejahtera dan ribuan siswa memperoleh beasiswa melalui Kartu Sarjana Jepara. Revitalisasi juga telah dilakukan pada lebih dari 100 satuan pendidikan. Sementara itu, dalam upaya peningkatan pelayanan publik, kanal aduan 112 telah menindaklanjuti ribuan laporan masyarakat.
Di sektor ekonomi kerakyatan, program Jepara Karya dan penguatan UMKM terus digencarkan, disertai berbagai penghargaan nasional yang berhasil diraih, termasuk opini WTP ke-15 secara berturut-turut dan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi pada sejumlah perangkat daerah.
Mengakhiri amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi, bekerja dengan hati, serta menjaga nilai budaya dan religius sebagai fondasi pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman demi mewujudkan Jepara yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan launching inovasi pelayanan publik Polres Jepara, penyerahan hadiah lomba roket air dan robotik tingkat SMP/MTs, launching aplikasi E-Rusunawa, serta penyerahan bantuan asuransi nelayan secara simbolis kepada 1.600 nelayan Jepara.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara yang jatuh setiap tanggal 10 April ini didasarkan pada Peraturan Daerah Tingkat II Jepara Nomor 9 Tahun 1988. Rangkaian kegiatan sebelumnya juga telah diisi dengan ziarah ke makam leluhur dan kirab budaya Buka Luwur Makam Mantingan.