
Jepara, 13 April 2026 – Kegiatan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Umat Hindu Tahun 2026 berlangsung khidmat di Pendopo RA Kartini Jepara pada Minggu (12/04/2026) pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga”, kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di wilayah Pati Raya.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, S.M., perwakilan Kajari Jepara, jajaran TNI-Polri, perwakilan DPRD, Sekda Jepara, Sekda Blora, Kakan Kemenag Jepara, Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Ketua PHDI Kabupaten Jepara beserta perwakilan PHDI dari sejumlah kabupaten, para mangku, umat Hindu, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan tari Gambyong dari Sanggar Seni Widya Laras Jepara, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara, serta pembacaan doa. Acara kemudian diisi dengan wedawakya, laporan panitia, serta sejumlah sambutan dari para pejabat dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Bupati Jepara menyampaikan bahwa kegiatan Dharma Santi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa Pendopo Kabupaten Jepara merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan ruang yang setara bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam memperkuat moral, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan. Ia mengapresiasi kehadiran umat Hindu dari berbagai daerah yang turut meramaikan kegiatan tersebut, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai kebhinekaan.
Sementara itu, Kakan Kemenag Jepara menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menilai bahwa perayaan Dharma Santi tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga membawa pesan universal tentang pentingnya introspeksi, pengendalian diri, dan kehidupan yang harmonis.
Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan umat beragama menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah menjadikan pendopo sebagai ruang inklusif bagi seluruh umat beragama. Ia menilai praktik toleransi di Jepara telah berjalan dengan baik dan menjadi contoh nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari Condong, Dharma Wacana, penampilan ogoh-ogoh, penyerahan vandel, serta foto bersama Forkopimda dan PHDI se-Pati Raya. Kegiatan ditutup dengan Puja Tri Sandhya bersama yang berlangsung khusyuk.
Dharma Santi Nyepi merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Saka yang dimaknai sebagai ajang silaturahmi, saling memaafkan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.