
Jepara, 13 April 2026 – Kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 Tahun 2026 semakin terasa dengan digelarnya ajang Fighting Brotherhood Organizer (FBO) Jepara Mulus Sabuk Kakorlantas Polri dan Bupati Jepara kelas profesional. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (11–12/04/2026) pukul 21.00 hingga 02.00 WIB di Lapangan Alun-Alun 1 Kabupaten Jepara dan disaksikan sekitar 2.000 penonton.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, jajaran Korlantas Polri, Dirlantas Polda Jawa Tengah, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, S.M., Kajari Jepara, perwakilan Kapolres Jepara, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Sekda Jepara, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, promotor kegiatan Bondan Gemoy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara dan Kakorlantas Polri atas dukungan terhadap terselenggaranya event tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa ajang “Saduk Jotos” ini mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat, serta menghadirkan 12 partai pertandingan tinju dan kick boxing profesional dengan total 12 sabuk yang diperebutkan, terdiri dari 5 sabuk Saduk Jotos dan 7 sabuk Jepara Mulus.

Pertandingan dimulai pukul 21.00 WIB dengan menampilkan laga-laga sengit dari para petarung profesional. Puncak acara berlangsung pada pukul 23.00 WIB dengan penyerahan sabuk internasional (sabuk emas) oleh Kakorlantas Polri kepada petarung Tenyeng Wakatobi asal Pati yang berhasil meraih kemenangan.
Seluruh rangkaian pertandingan berakhir pada pukul 02.00 WIB dengan sukses dan lancar. Para juara dalam ajang FBO Jepara Mulus di antaranya Ataki, Bima Kudus, Umar, Fiko, Afizal, Ads Racun 2 T, Tenyeng Wakatobi, Naila, Rendy Ngabali, Badaur, Altaka, Ponco, Ratu Bidadari, Ulil Absor, dan Kaysa.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga prestasi, tetapi juga hiburan bagi masyarakat serta bagian dari upaya mengangkat potensi olahraga bela diri di Kabupaten Jepara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.