
Jepara, 25 September 2025 – Bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, berlangsung rapat koordinasi terkait aktivitas pertambangan yang dilanjutkan dengan pengecekan lokasi tambang di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, serta Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai instansi.
Turut hadir Asisten II Setda Jepara Aris Setyawan, Kepala DLH Rini Patmini, jajaran Kejaksaan Negeri Jepara yakni Kasi Intelijen Juniardi Windraswara, S.H., M.H. dan Kasi Datun Hengky Firmansyah, S.H., M.H., serta perwakilan dari Polres Jepara, Kodim 0719, Bagian Hukum Setda, dinas terkait, camat setempat, hingga staf intelijen dan datun Kejari Jepara.
Dalam sambutannya, Asisten II Aris Setyawan menegaskan keresahan masyarakat soal tambang, baik yang legal maupun ilegal. Ia menekankan perlunya penataan dan pengawasan lebih ketat agar kerusakan jalan maupun dampak lingkungan bisa segera ditangani. Dari 28 izin usaha pertambangan yang ada, kontribusinya terhadap pendapatan daerah dinilai masih minim sehingga perlu langkah konkret untuk meningkatkan PAD.

Sementara itu, perwakilan Polres Jepara menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Polres siap menindak tambang yang melanggar aturan maupun merusak lingkungan, sembari mendorong masyarakat ikut aktif melakukan pengawasan.
Dari sisi Kejaksaan, Kasi Datun Hengky Firmansyah menyampaikan dukungan penuh terhadap peningkatan PAD melalui sektor pertambangan. Ia menegaskan pajak tetap wajib dibayar, baik oleh tambang legal maupun ilegal yang tengah dalam proses perizinan. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan MoU Kejari bersama Bupati Jepara mengenai optimalisasi PAD.
Sedangkan Kasi Intelijen Juniardi Windraswara mengingatkan adanya potensi konflik sosial terkait aktivitas tambang. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penindakan di lapangan dan pendekatan diplomasi agar situasi tetap kondusif serta tidak dimanfaatkan pihak tertentu.
Rapat ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi tambang. Secara umum kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.