
Jepara, 27 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama masyarakat Tionghoa menggelar Festival Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi pada Rabu, 25 Februari 2026 pukul 16.00 s/d 17.15 WIB. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jepara dan Klenteng Hok Tek Tong dengan mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara, Harmoni Budaya dalam Kebersamaan dan Kepedulian Sosial”.
Festival ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jateng-DIY Manggar Sari Ayu Ati, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Kriseptiana, serta sejarawan Amurwani Dwi Lestariningsih. Hadir pula Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, unsur Forkopimda, Kepala OPD, para camat se-Kabupaten Jepara, pengurus klenteng, tokoh agama, FKUB, pimpinan perusahaan sponsor, serta sekitar 3.000 masyarakat Kabupaten Jepara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab barongsai dari Pendopo RA Kartini Jepara menuju Klenteng Hok Tek Tong. Acara dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara, serta pemberian angpao kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ketua panitia, Harun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Imlek tahun ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan secara terbuka dan meriah di Kabupaten Jepara. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, melainkan tonggak sejarah kebersamaan dalam keberagaman. Tahun Baru 2026 dalam penanggalan Tionghoa yang memasuki tahun Kuda dimaknai sebagai simbol semangat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jepara serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Jepara, dengan harapan tahun baru membawa damai, kesehatan, dan kesejahteraan. Ia menegaskan bahwa Festival Imlek merupakan penegasan jati diri Jepara sebagai rumah bersama bagi berbagai etnis, agama, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Jepara dan masyarakat Tionghoa meski dengan persiapan yang relatif singkat. Ke depan, diharapkan dapat digelar lebih meriah. Ia juga menyampaikan harapan agar kawasan klenteng dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya sehingga mampu mendorong UMKM sekitar untuk memperkenalkan produk khas daerah.
Bupati turut memberikan penghormatan kepada pengurus dan jajaran Klenteng Hok Tek Tong serta Klenteng Hian Thian Siang Tee yang dinilainya bukan hanya milik umat Konghucu, tetapi menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Jepara. Kedua klenteng tersebut disebut sebagai simbol keteguhan nilai toleransi dan kebersamaan di Kota Ukir.
Nilai-nilai Imlek seperti harapan baru, kerja keras, bakti kepada orang tua, dan kepedulian sosial disebut sebagai nilai universal yang sejalan dengan semangat kebangsaan. Momentum perayaan yang juga diisi doa lintas agama dan berlangsung di bulan Ramadan dinilai sebagai wujud nyata harmoni di Jepara. Pemerintah daerah berkomitmen terus merawat keberagaman sebagai kekuatan pembangunan dan mendukung festival budaya sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jepara yang rukun, inklusif, dan beradab.