
Jepara – Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran 2025 resmi dibuka pada Rabu, 23 Juli 2025. Upacara pembukaan berlangsung di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, mulai pukul 09.00 hingga 11.15 WIB, dengan mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai unsur Forkopimda, TNI-Polri, instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Bungu. Hadir dalam kesempatan tersebut Pj. Sekda Jepara Ari Bahtiar, S.T., M.T. selaku inspektur upacara yang mewakili Bupati Jepara. Tampak hadir pula perwakilan dari Kodim 0719/Jepara, Polres Jepara, Kejaksaan Negeri Jepara, Pengadilan Negeri Jepara, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Satpol PP, dan jajaran Forkopincam Mayong.
Susunan peserta upacara melibatkan Kompi I dari unsur TNI dan Polri, Kompi II dari Satpol PP, perangkat desa, linmas dan petugas penyuluh, serta Kompi III dari pelajar yang turut menyemarakkan suasana.
Dalam amanat yang disampaikan Pj. Sekda Jepara, Ari Bahtiar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan program TMMD. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan TMMD terdiri dari dua bentuk: fisik dan non-fisik. Kegiatan fisik berupa pembangunan jalan rabat beton yang didanai dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara, yang diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi dan mempercepat roda perekonomian masyarakat.

Sementara itu, kegiatan non-fisik meliputi penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat dalam berbagai bidang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa hingga wilayah yang lebih luas.
“TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga upaya menyatukan kekuatan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan merata serta mempererat persatuan bangsa,” ujar Ari Bahtiar dalam amanatnya.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara tambahan seperti penyerahan bantuan simbolis, peninjauan pelayanan KB dan donor darah, pengecoran simbolis oleh Forkopimda Jepara, peninjauan Rumah Layak Huni (RLTH), serta kegiatan Pesta Patok sebagai bagian dari pembangunan jalan.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung III Tahun 2025 akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus mempertegas peran TNI dalam percepatan pembangunan di daerah, menjaga ketahanan wilayah yang tangguh, serta meningkatkan sinergitas dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Selama kegiatan pembukaan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Kabupaten Jepara bersama seluruh elemen masyarakat menyambut positif pelaksanaan TMMD ini sebagai langkah konkret dalam mempercepat kemajuan daerah dan membangun ketahanan bangsa dari desa.