
Jepara, 15 April 2026 — Ribuan masyarakat memadati Lapangan Alun-Alun 1 Jepara pada Selasa malam, 14 April 2026 dalam kegiatan Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.05 hingga 23.50 WIB tersebut diikuti sekitar ±10.000 jamaah dari berbagai wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh penting, di antaranya H. Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dari Blitar, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, SM. beserta ibu, Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, S.H., M.H., serta perwakilan DPRD, TNI, Polri, Pengadilan, Kementerian Agama, tokoh ulama, hingga jajaran OPD dan masyarakat luas.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Ifadah Kamalia, S.Pd., serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Jepara. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, SM. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari peringatan hari jadi daerah.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, namun juga diisi dengan kegiatan religius sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, kehadiran ribuan jamaah menjadi bukti bahwa masyarakat Jepara mencintai majelis ilmu, dzikir, dan sholawat.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat ukhuwah serta meningkatkan keimanan. Ia berharap Jepara ke depan semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta tetap menjunjung tinggi nilai religius sesuai visi “Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius”.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) serta hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Ia menyampaikan bahwa keharmonisan sosial tidak akan tercapai tanpa adanya sikap rendah hati, saling memaafkan, dan menghilangkan ego dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Iqdam juga mengingatkan bahwa sikap gengsi dan enggan meminta maaf dapat berdampak pada nilai amal seseorang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk menumbuhkan sikap ikhlas, lapang dada, dan menjaga kerukunan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik, namun juga oleh kekuatan spiritual dan kebersamaan masyarakat. Dengan sinergi seluruh elemen, ia optimistis visi Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius dapat terwujud.
Kegiatan dilanjutkan dengan mahalul qiyam, doa bersama, dan ditutup dalam suasana penuh khidmat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.
Pengajian akbar ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Jadi Jepara ke-477, sekaligus sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.